Desa Nagrak Selatan merupakan salah satu di Desa yang berada wilayah Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Sebelum tahun 1980 Desa Nagrak Selatan Bernama Desa Nagrak.

Belum ada sumber primer, baik prasasti ataupun naskah tertulis yang menjelaskan sejarah awal kapan berdirinya Desa Nagrak. Sejarah Desa Nagrak hanya dipahami dari cerita lisan yang disampaikan secara turun temurun dari generasi ke generasi.  Dari cerita-cerita lisan itu diyakini bahwa Desa Nagrak termasuk salah satu desa yang keberadaanya sudah cukup tua.

Asal Mula Kata Nagrak

Mengutip salah satu bahasan dari penulis dan sastrawan Sunda Teh Chye Retty Isnendes, yang merupakan orang Nagrak asli, bahwa Asal usul kata Nagrak  menurut etimologi berasal dari kata Negrak yaitu Tempat nu luhur nu negrak bisa nyawang ka tempat handap sanesna, ka ditu kadieu (suatu tempat / Kawasan yang berada di atas / puncak dan bisa memandang ke segala arah), dan memang secara geografis Kawasan Nagrak terkenal dengan lanskap pegunungan dan memiliki karakteristik wilayah perbukitan mencapai 50%, dengan ketinggian antara 450 – 550 mdpl, memiliki iklim berkisar antara 24 – 28 Celcius.

Perkebunan Sinagar – Cirohani yang dulunya berada di Desa Nagrak

Wilayah Nagrak mulai berkembang sejalan dengan era Cultuur Stelsel  atau kebijakan tanam paksa yang dietapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia mulai tahun 1830 dengan didirikannya Perkebunan Kina, Kopi dan Teh di wilayah Nagrak.

Pada tanggal 29 Juli 1843 lahan perkebunan tersebut oleh pemerintah Hinda Belanda yang disewakan kepada Tan Soeij Tjiang seorang Letnan Titulair Chinesen dari Buitenzorg (sekarang Bogor), kemudian pada Pebruari 1863 karena terjadi Pailit, kontrak konsesi Sinagar dijual kepada Van Der Hucht, Albert Hole dan E.J. Kerkhoven.

Selama Era tahun 1863 sampai tahun 1904 ketika dipimpin oleh E.J. Kerkhoven  Perkebunan Sinagar mengalami kemajuan pesat, dan menjadi Perkebunan yang menguntungkan secara ekonomi.

Meneer Eduard Julius Kerkhoven termasuk Pranger Planters yang disebut rajanya teh nusantara, dengan pusat bisnis di Sinagar (sekarang masuk Desa Nagrak Utara Kecamatan Nagrak), ia juga seorang pemburu andal yang memiliki hobi memelihara Binatang.

Meneer Eduard Julius Kerkhoven Bersama Gajah si Toekoe

Ada Fakta yang cukup mengherankan sekaligus mengagumkan adalah terdapat satu ekor gajah besar yang mengagumkan para pengunjung yang dinamai si Toekoe.

Ternyata berdasarkan ulasan Bataviaasch Niewsblaad dalam artikel bertajuk De Geschiedenis van de olifant te Sinagar, 14 Februari 1910, gajah tersebut dikirim oleh Gubernur Aceh Besar, Philip Franz Laging Tobias. Sayangnya pasca Kerkhoven meninggal tahun 1905, si Toekoe ini sering mengamuk dan akhir hidupnya kemudian ditentukan oleh sebutir peluru karena dinilai sudah membahayakan warga.

 

Perkebunan teh sinagar pada masa jayanya memberikan dampak signifikan bagi Masyarakat pribumi terutama dibidang ekonomi, hal ini dibuktikan dengan adanya sekolah, rumah sakit, memiliki PLTA sendiri, kebun Binatang, irigasi yang teratur dengan baik. Perkebunan teh ini mempunyai karyawan terbesar pada zamannya dengan jumlah pekerja mencapai 1.700 orang.

Pasca meninggalkan E.J. Kerkhoven ditahun 1905 perkebunan Sinagar lambat laun mengalami kemunduran hingga awal kemerdekaan Indonesia di Tahun 1945.

Kepemimpinan Desa Nagrak

Dengan tidak adanya catatan tertulis mengenai pemerintahan desa Nagrak hanya dari cerita lisan yang disampaikan secara turun temurun dari generasi ke generasi, bahwa orang yang pertama kali membuka daerah Nagrak Adalah Raden Raksapraja dikenal sebagai salah satu sesepuh dan tokoh penting dalam berdirinya Desa Nagrak, makam beliau ada di daerah Kampung Ciater Desa Nagrak Selatan.

Urutan Kepemimpinan Desa Nagrak

  1. Hamdan Raksapraja Tahun tidak diketahui
  2. Lurah Tanu Tahun tidak diketahui
  3. Yahya Tahun tidak diketahui
  4. Danu Astamijaya Tahun tidak diketahui
  5. Akik Tahun tidak diketahui
  6. Akwayudin Rohadian Tahun tidak diketahui

Selanjutnya Tahun 1980 Desa Nagrak Selatan dipecah menjadi dua desa yaitu Desa Nagrak Utara dan Desa Nagrak Selatan.

Urusan Kepala Desa Nagrak Selatan

  1. Idun Sudirman Kepala Desa                    Tahun 1980 – 1981
  2. Jatwari Pj. Kepala Desa                            Tahun 1981 – 1985
  3. Iyeh Munajat Kepala Desa                       Tahun 1986 – 1994 (Periode 1)
  4. Djamaludin Kepala Desa                          Tahun 1994
  5. Iyeh Munajat Kepala Desa                        Tahun 1994 – 2002 (Periode 2)
  6. Djamaludin Kepala Desa                           Tahun 2002 – 2007
  7. Iwa Gartiwa Kepala Desa                           Tahun 2007 – 2010
  8. Ujang Memo Kepala Desa                         Tahun 2010
  9. Sutiawan Kepala Desa                               Tahun 2011 – 2017 (Periode 1)
  10. Leni Suiherni, SE.MM. Pj. Kepala Desa      Tahun 2017
  11. Sutiawan Kepala Desa                               Tahun 2017 – 2023 (Periode 2)
  12. Sutiawan Kepala Desa                               Tahun 2023– Sekarang (Periode 3)

Pada tahun 1982 Desa Nagrak Selatan mengalami pemekaran menjadi dua desa yaitu Desa Induk Nagrak Selatan dan Desa Pemekaran adalah Desa Balekambang.

 

Sumber

https://www.youtube.com/watch?v=KUMBZ6ZB5dk

Perkembangan perkebunan teh Sinagar Sukabumi tahun 1830-1905  Jamilah, Asyfiya Qurratal